BOJONEGORO, Nawasnews.com – Proyek Konsolidasi Peningkatan Jalan Lingkungan di Gang Andongsari Blok III dan IV serta Gang Sariyadi, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, dikeluhkan warga. Menurut keterangan warga, paving jalan telah dibongkar sekitar setengah bulan, namun hingga kini belum terlihat adanya pekerjaan lanjutan yang signifikan.
Akibatnya, badan jalan yang telah dibongkar menimbulkan debu saat cuaca panas. Material paving bekas bongkaran juga masih menumpuk di sekitar lokasi proyek sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan data pengadaan, proyek yang berada di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp799,26 juta dan dikerjakan oleh CV Putra Mandiri Sejahtera dengan nilai kontrak sekitar Rp639,36 juta.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena selama kurang lebih setengah bulan sejak pembongkaran dilakukan, pekerjaan di lokasi belum menunjukkan perkembangan yang berarti.
“Sudah sekitar setengah bulan paving dibongkar, tetapi sampai sekarang belum ada pekerjaan yang berarti. Jalan menjadi berdebu, paving bekas juga masih dibiarkan menumpuk. Kami yang setiap hari melintas dan tinggal di sekitar sini merasakan langsung dampaknya,” ujarnya.
Selain lambatnya progres pekerjaan, warga juga menyoroti minimnya upaya pengendalian debu. Menurut mereka, hingga kini belum pernah dilakukan penyiraman jalan, padahal cuaca sedang panas dan sudah cukup lama tidak turun hujan.
“Debunya masuk ke rumah-rumah warga. Anak-anak, lansia, hingga pengguna jalan sangat terganggu. Seharusnya pelaksana proyek juga memperhatikan kenyamanan masyarakat selama pekerjaan berlangsung,” tambahnya.
Warga juga menilai lambatnya progres pekerjaan mengindikasikan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek. Menurut mereka, apabila pengawasan dari pihak terkait berjalan optimal, pekerjaan yang telah dimulai seharusnya dapat terus berjalan sesuai jadwal dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Masyarakat berharap Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro segera melakukan evaluasi serta memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar pekerjaan dapat dipercepat. Selain itu, kontraktor juga diminta segera mengangkut material bekas bongkaran dan melakukan penyiraman jalan atau langkah lain untuk mengurangi debu selama pekerjaan berlangsung.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Sarifuddin, belum memberikan keterangan meski telah dikonfirmasi terkait lambatnya progres pekerjaan, dugaan lemahnya konsultan pengawas, serta keluhan warga.
Nawasnews.com masih membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak dinas maupun pelaksana proyek apabila keterangan resmi telah disampaikan.
(M. Mursyid)




