TUBAN, Nawasnews.com – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Remaja Masjid (Remas) Thoriqul Huda, Desa Sandingrowo, melalui program “Remas Peduli”. Bertepatan dengan datangnya Bulan Muharam, kepemudaan masjid tersebut menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai keislaman.
Dalam kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali itu, Remas Peduli mengusung konsep “Satu Kambing untuk Satu Anak Yatim”. Khusus pada momentum Muharam tahun ini, sebanyak enam ekor kambing disalurkan kepada enam anak yatim yang telah didata sebagai penerima manfaat.
Ketua Remas Peduli, Ahmad Amir Khana, menyampaikan bahwa program tersebut lahir dari semangat gotong royong para pemuda dan dukungan masyarakat yang ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, terutama di bulan yang dimuliakan dalam Islam.
“Muharam bukan sekadar pergantian tahun Hijriah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan penerima sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus berbagi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Remas Thoriqul Huda, David Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan sosial akan terus menjadi bagian dari gerakan dakwah yang dijalankan Remas. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan dan kepedulian terhadap sesama.
Program tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran para pemuda yang aktif menggerakkan kegiatan sosial dinilai mampu menumbuhkan budaya gotong royong sekaligus mempererat hubungan antarsesama warga.
Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, langkah sederhana menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya pemberian, melainkan dari ketulusan hati untuk berbagi. Muharam pun kembali menemukan maknanya, bukan hanya sebagai penanda pergantian waktu, tetapi juga sebagai ruang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Dengan semangat kebersamaan, Remas Thoriqul Huda berharap program Remas Peduli dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak yatim maupun kaum dhuafa pada kegiatan-kegiatan berikutnya.
( Abah Soleh)




