Reaktivasi Sumur Minyak Tawun Tuai Protes, Warga Ancam Hentikan Aktivitas Jika PT TGE Tak Segera Berdialog

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TUBAN, Nawasnews.com – Aktivitas reaktivasi sumur minyak tua di Lapangan Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, memicu protes dari warga setempat. Masyarakat memasang spanduk tuntutan di depan lokasi pengeboran sebagai bentuk penolakan sebelum adanya sosialisasi resmi dari pihak perusahaan.

Warga meminta PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE), selaku mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pertamina EP, menghentikan sementara aktivitas proyek hingga dilakukan sosialisasi terbuka di Balai Desa Kumpulrejo.

Menurut warga, sosialisasi diperlukan agar masyarakat memperoleh penjelasan mengenai legalitas kegiatan, potensi dampak lingkungan, keselamatan, serta manfaat proyek bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan poros kecamatan yang mulai mengalami kerusakan akibat tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar yang mengangkut peralatan proyek menuju lokasi pengeboran.

“Kendaraan proyek setiap hari melintas membawa alat berat sehingga jalan mulai rusak,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga juga menilai kendaraan berukuran besar kerap mengganggu arus lalu lintas karena kondisi jalan yang relatif sempit. Pengguna jalan dari arah berlawanan sering kali harus mengalah hingga turun ke bahu jalan, sehingga dinilai membahayakan keselamatan, terutama pada jam-jam sibuk.

Pemerintah Desa Kumpulrejo berharap pihak perusahaan segera membuka ruang dialog dengan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, warga ingin memperoleh penjelasan mengenai dokumen lingkungan, upaya mitigasi dampak lalu lintas, serta komitmen perusahaan terhadap pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah seorang warga yang mengaku bernama Ali (42) mengatakan pemasangan spanduk merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai. Menurutnya, apabila tidak ada respons dari perusahaan, masyarakat akan membahas langkah lanjutan melalui musyawarah desa.

“Harapan kami sederhana, perusahaan datang, berdialog dengan masyarakat, menjelaskan rencana kegiatan, serta membahas perbaikan jalan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) maupun PT Pertamina EP terkait tuntutan warga tersebut. Ruang hak jawab dan klarifikasi.

(Redaksi)

Berita Terkait

Sesi II: Dari Pintu Rumah ke Meja Polisi: Riuh Penagihan Mekaar di Pekuwon
Sesi IV: Ketika Kopwan AN NISA Terdiam, Jawaban Dinas Masih Menjadi Penantian
Penagihan Mekaar di Pekuwon , Tuban Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pola dan Prosedur di Lapangan
Sesi III: Lima Tahun Tak Beroperasi, Pengelola Sebut Kopwan AN NISA Tidak Berjalan Sejak 2020
Merajut Ukhuwah, Menenun Harmoni: Kapolres Bojonegoro Sambangi Muhammadiyah
Sesi II: Dana Hibah Kopwan AN NISA Jadi Sorotan Warga, Pengurus Belum Beri Tanggapan
Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat Rp12,63 Miliar di Cepu Disorot, Diduga Abaikan K3 dan Transparansi Proyek
Amanah yang Menunggu Terang: Warga Pertanyakan Tata Kelola Kopwan AN NISA, Kades Sebut Pengelolaan Dilakukan Pengurus
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Sesi II: Dari Pintu Rumah ke Meja Polisi: Riuh Penagihan Mekaar di Pekuwon

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Sesi IV: Ketika Kopwan AN NISA Terdiam, Jawaban Dinas Masih Menjadi Penantian

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Penagihan Mekaar di Pekuwon , Tuban Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pola dan Prosedur di Lapangan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Sesi III: Lima Tahun Tak Beroperasi, Pengelola Sebut Kopwan AN NISA Tidak Berjalan Sejak 2020

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Merajut Ukhuwah, Menenun Harmoni: Kapolres Bojonegoro Sambangi Muhammadiyah

Berita Terbaru