Proyek Jalan Lingkungan Senilai Rp799 Juta di Ledok Kulon Dikeluhkan, Dibongkar Lebih Sepekan Tak Kunjung Dikerjakan (Sesi III)

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Bojonegoro, Nawasnews.com – Proyek Konsolidasi Peningkatan Jalan Lingkungan Gang Andongsari Blok III dan IV serta Gang Sariyadi, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, menuai keluhan warga. Lebih dari sepekan setelah paving lama dibongkar, pekerjaan fisik dinilai belum menunjukkan progres berarti.

Akibatnya, jalan yang terbuka menimbulkan debu beterbangan saat cuaca kering, sementara paving bekas bongkaran masih menumpuk di sekitar lokasi proyek.

Berdasarkan data pengadaan, proyek yang berada di bawah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp799,26 juta dan dikerjakan oleh CV Putra Mandiri Sejahtera dengan nilai penawaran sekitar Rp639,36 juta.

Pantauan di lokasi pada Jumat (27/6/2026), badan jalan telah dibongkar, namun belum tampak pekerjaan lanjutan yang signifikan. Tumpukan paving bekas bongkaran masih berada di sisi jalan, sedangkan permukaan jalan yang masih berupa tanah dan agregat menimbulkan debu setiap kali dilintasi kendaraan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak hanya terganggu oleh lambatnya pekerjaan, tetapi juga tidak adanya upaya pelaksana proyek untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Kalau memang proyek sudah dimulai ya seharusnya langsung dikerjakan sampai ada progres. Jangan dibongkar dulu lalu ditinggal berhari-hari. Yang merasakan dampaknya ya warga. Debunya masuk rumah, mengganggu aktivitas, sementara paving bekas juga masih dibiarkan menumpuk,l. Hal ini juga membahayakan pengguna jalan maupun anak-anak,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Warga juga menyoroti tidak adanya langkah mitigasi untuk mengurangi debu selama proses pekerjaan berlangsung.

“Yang lebih disayangkan, tidak pernah ada penyiraman jalan atau upaya lain untuk mengurangi debu. Padahal saat ini cuaca sedang panas ekstrim dan sudah lama tidak turun hujan. Seolah-olah dampak proyek terhadap masyarakat tidak menjadi perhatian. Kontraktor seharusnya tidak hanya mengerjakan proyek, tetapi juga bertanggung jawab menjaga kenyamanan warga selama pekerjaan berlangsung.” imbuh ia.

Menurut warga, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, serta mengurangi kenyamanan pengguna jalan.

Warga berharap Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar pekerjaan segera dipercepat. Selain itu, kontraktor juga diminta segera mengangkut paving bekas bongkaran serta melakukan penyiraman jalan atau langkah pengendalian debu lainnya hingga proyek selesai.

Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana proyek maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi terkait lambatnya progres pekerjaan serta penanganan dampak yang dikeluhkan warga.

(M. Mursyid)

Berita Terkait

Sebut Wartawan ‘Londo Ireng’, FJTB Desak Prabowo Minta Maaf
Penasehat Hukum ABH: Persoalan Antarsiswa Semestinya Diselesaikan di Lingkungan Sekolah, Jangan Sampai Anak Menjadi Korban Kedua
Lawan Narkoba Tak Cukup Andalkan Polisi, Kasat Narkoba Tanjung Perak Ajak Warga Bergerak
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:25 WIB

Sebut Wartawan ‘Londo Ireng’, FJTB Desak Prabowo Minta Maaf

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:21 WIB

Penasehat Hukum ABH: Persoalan Antarsiswa Semestinya Diselesaikan di Lingkungan Sekolah, Jangan Sampai Anak Menjadi Korban Kedua

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:38 WIB

Lawan Narkoba Tak Cukup Andalkan Polisi, Kasat Narkoba Tanjung Perak Ajak Warga Bergerak

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:12 WIB

Proyek Jalan Lingkungan Senilai Rp799 Juta di Ledok Kulon Dikeluhkan, Dibongkar Lebih Sepekan Tak Kunjung Dikerjakan (Sesi III)

Berita Terbaru