Camat Bangilan Masih Konsultasi ke Sekda Terkait Protes Sumur Minyak Kumpulrejo Bangilan Tuban (Sesi III)

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TUBAN, Nawasnews.com – Pemerintah Kecamatan Bangilan mulai merespons protes warga terkait aktivitas reaktivasi sumur minyak tua di Lapangan Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, yang belakangan memicu tuntutan agar pihak perusahaan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Menanggapi permintaan konfirmasi dari Nawasnews.com, Camat Bangilan Suwanto menyampaikan bahwa dirinya masih melakukan koordinasi dengan pimpinan sebelum memberikan keterangan resmi.
“Izin saya konsultasi pimpinan dulu,” ujar Suwanto melalui pesan singkat, Sabtu (5/7/2026).

Tak lama kemudian, Suwanto kembali menyampaikan bahwa koordinasi tersebut dilakukan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban.

“Pak Sekda,” tulisnya singkat saat ditanya kepada siapa konsultasi dilakukan.

Sebelumnya, aktivitas reaktivasi sumur minyak tua yang dikelola PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) selaku mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pertamina EP mendapat penolakan dari sebagian warga Desa Kumpulrejo. Warga memasang spanduk tuntutan di depan lokasi proyek dan meminta aktivitas dihentikan sementara hingga perusahaan melakukan sosialisasi secara terbuka.

Masyarakat menilai sosialisasi penting untuk menjelaskan legalitas kegiatan, potensi dampak lingkungan, aspek keselamatan kerja, serta manfaat proyek bagi masyarakat sekitar. Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang mulai mengalami kerusakan akibat tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar menuju lokasi pengeboran.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi, S.Ag., M.M., menilai tuntutan masyarakat merupakan hal yang wajar.

“Ya, wajar saja masyarakat meminta haknya sebagai masyarakat terdampak dan perusahaan harus memperhatikan hal tersebut,” kata Miyadi kepada Nawasnews.com.

Hingga berita ini diterbitkan, Nawasnews.com masih menunggu keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tuban, termasuk hasil koordinasi Camat Bangilan dengan Sekretaris Daerah.

Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari manajemen PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) dan PT Pertamina EP guna memenuhi asas keberimbangan dan memberikan ruang hak jawab.

(Redaksi)

Berita Terkait

Sesi II: Dari Pintu Rumah ke Meja Polisi: Riuh Penagihan Mekaar di Pekuwon
Sesi IV: Ketika Kopwan AN NISA Terdiam, Jawaban Dinas Masih Menjadi Penantian
Penagihan Mekaar di Pekuwon , Tuban Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pola dan Prosedur di Lapangan
Sesi III: Lima Tahun Tak Beroperasi, Pengelola Sebut Kopwan AN NISA Tidak Berjalan Sejak 2020
Merajut Ukhuwah, Menenun Harmoni: Kapolres Bojonegoro Sambangi Muhammadiyah
Sesi II: Dana Hibah Kopwan AN NISA Jadi Sorotan Warga, Pengurus Belum Beri Tanggapan
Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat Rp12,63 Miliar di Cepu Disorot, Diduga Abaikan K3 dan Transparansi Proyek
Amanah yang Menunggu Terang: Warga Pertanyakan Tata Kelola Kopwan AN NISA, Kades Sebut Pengelolaan Dilakukan Pengurus
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Sesi II: Dari Pintu Rumah ke Meja Polisi: Riuh Penagihan Mekaar di Pekuwon

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Sesi IV: Ketika Kopwan AN NISA Terdiam, Jawaban Dinas Masih Menjadi Penantian

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Penagihan Mekaar di Pekuwon , Tuban Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pola dan Prosedur di Lapangan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Sesi III: Lima Tahun Tak Beroperasi, Pengelola Sebut Kopwan AN NISA Tidak Berjalan Sejak 2020

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Merajut Ukhuwah, Menenun Harmoni: Kapolres Bojonegoro Sambangi Muhammadiyah

Berita Terbaru