Rekam Jejak Proyek 2025 Membayangi Proyek APBD 2026, CV Putra Mandiri Sejahtera Kembali Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

BOJONEGORO, Nawasnews.com – Kepercayaan pemerintah kepada CV Putra Mandiri Sejahtera kembali menjadi perhatian publik. Kontraktor tersebut diketahui mengerjakan Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Gang Andongsari Blok III dan IV serta Gang Sariyadi, Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK).

Sorotan itu muncul karena kontraktor yang sama sebelumnya juga mengerjakan proyek saluran air APBD Tahun Anggaran 2025 yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Proyek tersebut dipersoalkan karena diduga belum terselesaikan secara optimal dan hingga kini masih menyisakan sejumlah pertanyaan dari warga.

Pantauan di lokasi proyek jalan lingkungan di Ledok Kulon menunjukkan belum terlihat aktivitas pekerja saat dilakukan pengecekan. Sementara itu, sebagian paving telah dibongkar sehingga akses warga terganggu dan debu beterbangan ke permukiman.

“Ini uang rakyat. Jalan sudah dibongkar, tapi pekerjanya tidak ada. Debunya mengganggu warga,” ujar salah seorang warga.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses evaluasi penyedia jasa dalam proyek-proyek pemerintah. Masyarakat berharap setiap kontraktor yang dipercaya mengelola anggaran daerah memiliki rekam pelaksanaan pekerjaan yang baik, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, serta mengutamakan kualitas.

DPKPCK Kabupaten Bojonegoro juga didorong untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek yang sedang berjalan agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Putra Mandiri Sejahtera maupun DPKPCK Kabupaten Bojonegoro belum memberikan tanggapan atas kondisi yang ditemukan di lapangan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi.

(Redaksi)

Berita Terkait

Sesi II: Dari Pintu Rumah ke Meja Polisi: Riuh Penagihan Mekaar di Pekuwon
Sesi IV: Ketika Kopwan AN NISA Terdiam, Jawaban Dinas Masih Menjadi Penantian
Penagihan Mekaar di Pekuwon , Tuban Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pola dan Prosedur di Lapangan
Sesi III: Lima Tahun Tak Beroperasi, Pengelola Sebut Kopwan AN NISA Tidak Berjalan Sejak 2020
Merajut Ukhuwah, Menenun Harmoni: Kapolres Bojonegoro Sambangi Muhammadiyah
Sesi II: Dana Hibah Kopwan AN NISA Jadi Sorotan Warga, Pengurus Belum Beri Tanggapan
Proyek Penimbunan Sekolah Rakyat Rp12,63 Miliar di Cepu Disorot, Diduga Abaikan K3 dan Transparansi Proyek
Amanah yang Menunggu Terang: Warga Pertanyakan Tata Kelola Kopwan AN NISA, Kades Sebut Pengelolaan Dilakukan Pengurus
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Sesi II: Dari Pintu Rumah ke Meja Polisi: Riuh Penagihan Mekaar di Pekuwon

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Sesi IV: Ketika Kopwan AN NISA Terdiam, Jawaban Dinas Masih Menjadi Penantian

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Penagihan Mekaar di Pekuwon , Tuban Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pola dan Prosedur di Lapangan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Sesi III: Lima Tahun Tak Beroperasi, Pengelola Sebut Kopwan AN NISA Tidak Berjalan Sejak 2020

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Merajut Ukhuwah, Menenun Harmoni: Kapolres Bojonegoro Sambangi Muhammadiyah

Berita Terbaru