Korban Lakalantas Kritis, Keluarga Soroti Dugaan Lambannya Penanganan di Puskesmas Rengel

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN, Nawasnews.com — 28/08/2026 Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil pikap dan sepeda motor Honda Scoopy terjadi di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Peristiwa tersebut menyebabkan satu korban meninggal dunia di lokasi, sementara seorang korban perempuan harus mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil pikap tersebut membawa dua orang laki-laki, yakni sopir dan penumpang yang disebut merupakan warga Sleko, Kabupaten Tuban. Sementara itu, kecelakaan juga melibatkan sepeda motor Honda Scoopy yang ditumpangi korban laki-laki dan perempuan.

Korban laki-laki dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan korban perempuan kemudian dibawa ke Puskesmas Rengel untuk mendapatkan pertolongan medis.

Persoalan muncul setelah pihak keluarga korban perempuan berinisial STI, sekitar 49 tahun, mengeluhkan dugaan lambannya proses penanganan di fasilitas kesehatan tersebut.

Menurut keluarga, kondisi STI masih kritis dan mengalami patah tulang. Keluarga mempertanyakan mengapa penanganan lanjutan dan proses rujukan disebut belum segera dilakukan, sementara kondisi korban dinilai membutuhkan perhatian medis serius.

“Kami mempertanyakan penanganannya karena kondisi korban masih kritis dan mengalami patah tulang. Kami berharap korban segera mendapat tindakan medis dan jika memang diperlukan dapat segera dirujuk,” ungkap pihak keluarga.

Keluhan keluarga tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana prosedur penanganan pasien korban kecelakaan dalam kondisi kritis diterapkan di Puskesmas Rengel, termasuk mekanisme observasi, tindakan medis awal, serta pertimbangan dalam menentukan rujukan.

Namun demikian, keluhan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi kelalaian atau pelanggaran prosedur pelayanan medis.

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, Nawasnews.com berupaya meminta penjelasan pihak Puskesmas Rengel mengenai kronologi penanganan STI, kondisi medis korban, waktu korban tiba di Puskesmas, tindakan yang telah diberikan, serta alasan medis apabila rujukan belum dilakukan.

Penjelasan pihak Puskesmas diperlukan agar persoalan ini dapat dilihat secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak di tengah kondisi korban yang masih membutuhkan penanganan.

Nawasnews.com akan memperbarui informasi setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak Puskesmas Rengel maupun pihak terkait lainnya.

(M. Mursyid)

Berita Terkait

Momen Tak Biasa, Sejumlah Peserta Aksi Dukung MBG Asyik Berjoget
Menjaga Marwah Regulasi di Tengah Pertumbuhan Ritel Modern
Menjamurnya Toko Modern Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemkab Bojonegoro Didesak Lakukan Penertiban
Babinsa Margorejo Jadi Inspirasi, Hadir di Tengah Warga Tanpa Pamrih
Nasabah BFI Finance Bojonegoro Keluhkan Ancaman dan Tekanan Psikis dari Oknum Penagih
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Korban Lakalantas Kritis, Keluarga Soroti Dugaan Lambannya Penanganan di Puskesmas Rengel

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:44 WIB

Momen Tak Biasa, Sejumlah Peserta Aksi Dukung MBG Asyik Berjoget

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:14 WIB

Menjaga Marwah Regulasi di Tengah Pertumbuhan Ritel Modern

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:31 WIB

Menjamurnya Toko Modern Diduga Belum Lengkapi Izin, Pemkab Bojonegoro Didesak Lakukan Penertiban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:58 WIB

Babinsa Margorejo Jadi Inspirasi, Hadir di Tengah Warga Tanpa Pamrih

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Data SLHS SPPG Nguruan dan Dokumen BGN Perlu Penjelasan

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:18 WIB