Asti Sekaring Idea Harumkan Nama Tuban dengan Emas Kejurprov Jatim, Saatnya Pembinaan Catur Diperkuat

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TUBAN, Nawasnews.com – Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan putri terbaik Kabupaten Tuban. Asti Sekaring Idea, siswi SD Negeri Kedungsoko III, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, berhasil meraih Medali Emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Jawa Timur ke-57 Tahun 2026 kategori Putri U-11 yang diselenggarakan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada 9–11 Juli 2026.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang sangat istimewa. Dari 15 atlet catur yang mewakili Kabupaten Tuban di berbagai kelompok umur, Asti menjadi satu-satunya atlet yang berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Tuban.

Kejuaraan ini diikuti sekitar 720 atlet dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur, sehingga kemenangan Asti menjadi bukti bahwa atlet muda Tuban mampu bersaing di tingkat provinsi.

Khoirun Nasihin, paman Asti, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian yang diraih keponakannya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses latihan yang panjang, disiplin, serta dukungan penuh dari orang tua Asti, Hermawan, beserta keluarga yang senantiasa memberikan pendampingan dan motivasi selama menjalani latihan hingga mengikuti pertandingan.

“Kami sekeluarga memberikan dukungan maksimal kepada Asti. Namun yang paling luar biasa adalah perjuangan dan ketekunan orang tuanya, khususnya Hermawan, yang tanpa lelah mendampingi proses latihan dan setiap pertandingan.

Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil dan berhasil mengharumkan nama Kabupaten Tuban di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujar Khoirun Nasihin.

Khoirun menegaskan bahwa olahraga catur bukan hanya cabang olahraga prestasi, tetapi juga merupakan sarana membangun kecerdasan generasi muda. Catur melatih konsentrasi, kemampuan berpikir kritis, daya analisis, strategi, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan sejak usia dini. Karena itu, catur sangat layak dikembangkan sebagai olahraga pendidikan.

Momentum keberhasilan Asti, menurutnya, harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tuban agar pembinaan atlet catur dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tuban melalui KONI, PERCASI, dan Dinas Pendidikan dapat menyediakan fasilitas pemusatan latihan (training center) catur di tingkat kabupaten.

Selain itu, olahraga catur perlu didorong menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler unggulan di sekolah-sekolah, mulai dari SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA. Dengan pembinaan yang baik, saya yakin akan lahir lebih banyak Asti-Asti baru dari Kabupaten Tuban,” tegas Khoirun.

Ia menilai, pembinaan yang berkesinambungan, dukungan keluarga, sekolah, pelatih, dan pemerintah akan menjadi kunci lahirnya atlet-atlet catur berprestasi yang mampu membawa nama Kabupaten Tuban hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Prestasi yang diraih Asti Sekaring Idea, siswi SD Negeri Kedungsoko III Plumpang, diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar di Kabupaten Tuban bahwa kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan anak daerah meraih prestasi tertinggi.

“Selamat kepada Asti Sekaring Idea, orang tua, pelatih, sekolah, dan seluruh pihak yang telah mendukung. Semoga prestasi ini menjadi awal lahirnya generasi emas pecatur Kabupaten Tuban yang mampu mengharumkan nama Indonesia di masa depan.

(Redaksi)

Berita Terkait

Gugatan CLS Pemkab Bojonegoro Masuk Mediasi, Ada Proses “Perbaikan” yang Belum Dijelaskan
Data SLHS SPPG Nguruan dan Dokumen BGN Perlu Penjelasan
SPPG Nguruan Masuk Daftar Penghentian Operasional BGN, Status SLHS Jadi Sorotan
SPPG Nguruhan Mulai Operasi Februari, SLHS Terbit Agustus: BGN Masih Catat Belum Ber-SLHS
Satgas Pangan Polresta Tuban Awasi Harga dan Mutu Beras, Pastikan Stok Aman di Pasaran
Diduga Belum Lengkapi APD, K3 Proyek Irigasi Dalwo Dipertanyakan
Track Excavator Diduga Tanpa Pelindung di Atas Aspal, Metode Kerja Proyek Irigasi Dalwo Dipertanyakan
Komitmen Dinas Tunda 10 Hari, Rekonstruksi Jalan Sekitar Rp3,5 Miliar Menanti Kepastian 8 September
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:25 WIB

Gugatan CLS Pemkab Bojonegoro Masuk Mediasi, Ada Proses “Perbaikan” yang Belum Dijelaskan

Kamis, 10 September 2026 - 14:18 WIB

Data SLHS SPPG Nguruan dan Dokumen BGN Perlu Penjelasan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00 WIB

SPPG Nguruan Masuk Daftar Penghentian Operasional BGN, Status SLHS Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 07:47 WIB

Satgas Pangan Polresta Tuban Awasi Harga dan Mutu Beras, Pastikan Stok Aman di Pasaran

Selasa, 8 September 2026 - 00:29 WIB

Diduga Belum Lengkapi APD, K3 Proyek Irigasi Dalwo Dipertanyakan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Data SLHS SPPG Nguruan dan Dokumen BGN Perlu Penjelasan

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:18 WIB