Parapet Jembatan Rusak Dilintasi Tronton, Apakah Dinas PUPR Sudah Mengetahui dan Mengeluarkan Rekomendasi?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TUBAN, Nawasnews.com — Kondisi akses menuju lokasi proyek reaktivasi sumur minyak tua di Lapangan Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, kembali menjadi perhatian setelah sebuah truk tronton pengangkut alat berat  melintas di jalur tersebut.

Kendaraan bertonase besar itu disebut mengalami kesulitan saat melewati salah satu jembatan kecil. Bagian parapet jembatan kemudian mengalami kerusakan agar kendaraan dapat melintas.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan kelayakan infrastruktur yang digunakan sebagai akses menuju lokasi proyek yang dikelola PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE), mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pertamina EP.

Persoalan utamanya kini bukan hanya kondisi parapet yang mengalami kerusakan, tetapi juga apakah penggunaan jalur tersebut oleh kendaraan pengangkut alat berat telah diketahui instansi teknis dan apakah terdapat rekomendasi terkait kelayakan jalan serta jembatan.

Dinas PUPR Sebelumnya Mengaku Belum Mengetahui

Pertanyaan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Tuban, khususnya bidang yang menangani jalan dan jembatan.

Pada 18 Agustus 2026, pihak Dinas PUPR menyampaikan bahwa kondisi tersebut sebelumnya belum diketahui. Dinas menyebut telah berkoordinasi dengan UPTD terkait dan pada saat itu belum memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.

“Kami belum tahu informasi di atas, kemarin koordinasi sama UPTD terkait, juga belum tahu. Rencana UPTD hari ini baru mau cek lapangan dan mencari informasi sebab dan akibatnya,” ujar pihak dinas yang membidangi pada 18 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan lapangan menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk mencari penyebab dan dampak kerusakan parapet jembatan.

Dengan demikian, belum dapat disimpulkan bahwa kerusakan parapet semata-mata disebabkan oleh kendaraan proyek sebelum terdapat hasil pemeriksaan teknis di lapangan.

Hasil Pengecekan Lapangan Ditunggu

Tindak lanjut pemeriksaan lapangan menjadi penting untuk mengetahui kondisi konstruksi jembatan setelah dilintasi kendaraan pengangkut alat berat.

Selain kondisi parapet, pemeriksaan juga diperlukan untuk melihat kondisi badan jalan, struktur jembatan, serta kemungkinan adanya dampak terhadap keselamatan pengguna jalan.

Hasil pemeriksaan nantinya dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan apakah infrastruktur tersebut memiliki daya dukung yang memadai apabila digunakan kendaraan bertonase dan berdimensi besar.

Apakah PT TGE Memiliki Rekomendasi?

Selain menanyakan hasil pemeriksaan kepada Dinas PUPR, Nawasnews.com juga meminta penjelasan mengenai apakah PT TGE telah memiliki rekomendasi terkait penggunaan ruas jalan tersebut sebagai akses kendaraan proyek, khususnya kendaraan pengangkut alat berat.

Pada 20 Agustus 2026, saat ditanyakan mengenai tindak lanjut hasil pengecekan serta apakah PT TGE telah memiliki rekomendasi, Kabid Bina Marga Tuban, menyampaikan:

“Pihak PT TGE sulit diajak komunikasi,” ujar Dinas yang membidangi

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran lebih lanjut mengenai koordinasi antara pengelola proyek dengan pemerintah daerah terkait penggunaan infrastruktur sebagai akses kendaraan proyek.

Namun demikian, belum terdapat kesimpulan bahwa PT TGE tidak memiliki rekomendasi. Hal tersebut masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak perusahaan serta pemeriksaan dokumen apabila memang terdapat rekomendasi atau persetujuan teknis.

Infrastruktur Baru Mendapat Penanganan

Sorotan terhadap jalur tersebut juga berkaitan dengan pekerjaan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah pada 2025.

Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun Nawasnews.com, terdapat pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Poros Kumpulrejo-Tuwiwiyan-Gegunung dengan pagu sekitar Rp1,42 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp1,39 miliar.

Selain itu, terdapat pekerjaan Peningkatan Jalan Poros Banjarworo-Kumpulrejo-Gemulung dengan pagu sekitar Rp3,005 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp2,97 miliar.

Total pagu kedua pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp4,42 miliar, sedangkan nilai kontraknya sekitar Rp4,36 miliar.

Karena itu, kondisi ruas jalan setelah mendapatkan penanganan menjadi perhatian, terutama apabila kemudian digunakan sebagai jalur kendaraan proyek dengan muatan dan dimensi besar.

Menunggu Penjelasan PT TGE

Nawasnews.com masih menunggu penjelasan resmi dari manajemen PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) mengenai aktivitas kendaraan tronton pengangkut alat berat, penggunaan ruas jalan tersebut sebagai akses proyek, kondisi parapet jembatan, serta apakah terdapat rekomendasi atau koordinasi teknis dengan instansi terkait.

Di sisi lain, hasil pemeriksaan lapangan oleh UPTD dan Dinas PUPR juga penting untuk menjelaskan kondisi objektif jembatan, termasuk penyebab kerusakan dan dampaknya terhadap konstruksi.

Dengan demikian, persoalan tersebut tidak berhenti pada dugaan di lapangan. Pemeriksaan teknis dan keterangan dari seluruh pihak diperlukan untuk memastikan apakah infrastruktur tersebut layak digunakan kendaraan bertonase besar sekaligus menentukan langkah penanganan apabila ditemukan kerusakan.

(Oleh: M. Mursyid)

Berita Terkait

Ketika Jalan Desa Menjadi Panggung, Karnaval Jegulo Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Mediasi Jadi Jalan Penyelesaian Persoalan di SDN Simo, Kepentingan Anak Jadi Prioritas
Songkok Tertinggal, Puluhan Tangan dan Sebuah Tanya di SDN Simo
Akses Menuju Dua Desa Satu Dusun Di Jatirogo Dipasangi Portal, Warga Soroti Permintaan Uang “Seikhlasnya”
Tronton Pengangkut Alat Berat Melintas, Parapet Jembatan di Jalur Proyek PT TGE Rusak
Rencana Parapatan Luhur PSHT September 2026 di Padepokan Agung SH Terate Pusat Madiun Menuai Penolakan, Legitimasi Kepemimpinan hingga Hak atas Nama dan Logo Dipertanyakan
Penagihan Mekaar di Pekuwon Berujung Saling Lapor, Anak 14 Tahun Jadi Sorotan
Sesi VII: Dinsos dan Sekolah Bergerak, Kondisi Psikis Siswa MTsN 2 Rengel Jadi Perhatian, Pendampingan Anak di Pekuwon Berlanjut
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Ketika Jalan Desa Menjadi Panggung, Karnaval Jegulo Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Mediasi Jadi Jalan Penyelesaian Persoalan di SDN Simo, Kepentingan Anak Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Songkok Tertinggal, Puluhan Tangan dan Sebuah Tanya di SDN Simo

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Parapet Jembatan Rusak Dilintasi Tronton, Apakah Dinas PUPR Sudah Mengetahui dan Mengeluarkan Rekomendasi?

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Akses Menuju Dua Desa Satu Dusun Di Jatirogo Dipasangi Portal, Warga Soroti Permintaan Uang “Seikhlasnya”

Berita Terbaru