TUBAN, Nawasnews.com — Aktivitas kendaraan proyek reaktivasi sumur minyak tua di Lapangan Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, kembali menjadi perhatian. Pada Sabtu malam, sebuah truk tronton pengangkut alat berat dilaporkan melintas menuju lokasi proyek yang dikelola PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE), mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Pertamina EP.
Saat melintasi salah satu jembatan kecil di jalur tersebut, kendaraan bertonase besar itu disebut mengalami kesulitan melewati bagian pengaman jembatan. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, salah satu bagian parapet jembatan dibuka atau mengalami kerusakan agar kendaraan yang membawa peralatan proyek dapat melintas.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena hingga kini belum terlihat adanya pemulihan terhadap bagian parapet yang mengalami kerusakan.
Padahal, parapet jembatan merupakan bagian penting dari sistem keselamatan infrastruktur. Fungsinya antara lain membantu mencegah kendaraan maupun pengguna jalan terperosok dari badan jembatan serta mengarahkan kendaraan yang kehilangan kendali agar tetap berada di jalur.
Selain menyangkut keselamatan, kondisi tersebut juga berkaitan dengan infrastruktur publik yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Kendaraan Bertonase Besar Dipertanyakan
Warga juga mempertanyakan penggunaan ruas jalan tersebut sebagai akses kendaraan proyek dengan dimensi dan bobot besar.
Menurut informasi warga, ruas jalan tersebut selama ini lebih banyak digunakan kendaraan masyarakat dan dinilai tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase seperti tronton pengangkut alat berat.
Karena itu, mereka mempertanyakan apakah kondisi konstruksi jalan dan jembatan memiliki kapasitas yang memadai untuk menanggung beban kendaraan proyek tersebut.
Namun, dugaan adanya hubungan antara aktivitas kendaraan proyek dengan kerusakan jalan maupun jembatan masih memerlukan pemeriksaan teknis dari instansi berwenang.
Jalan Baru Mendapat Penanganan pada 2025
Sorotan terhadap kondisi jalan semakin mengemuka karena sejumlah ruas menuju kawasan tersebut diketahui baru mendapatkan penanganan Pemerintah Kabupaten Tuban pada 2025.
Berdasarkan data pengadaan yang dihimpun Nawasnews.com, terdapat pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Poros Kumpulrejo-Tuwiwiyan-Gegunung dengan pagu sekitar Rp1,42 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp1,39 miliar.
Selain itu, terdapat pekerjaan Peningkatan Jalan Poros Banjarworo-Kumpulrejo-Gemulung dengan pagu sekitar Rp3,005 miliar dan nilai kontrak sekitar Rp2,97 miliar.
Jika kedua pekerjaan tersebut dijumlahkan, total pagunya sekitar Rp4,42 miliar dengan nilai kontrak sekitar Rp4,36 miliar.
Setelah mendapatkan penanganan, sejumlah titik pada ruas tersebut kini dilaporkan mulai mengalami kerusakan. Warga menduga peningkatan mobilitas kendaraan proyek dengan muatan besar menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa.
Dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kerusakan sebelum dilakukan pemeriksaan teknis.
Dinas PUPR Diminta Cek Kondisi Jalan dan Jembatan
Kerusakan parapet setelah dilalui tronton pengangkut alat berat dinilai menjadi alasan penting bagi Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas PUPR untuk melakukan pengecekan lapangan.
Pemeriksaan dapat mencakup status dan kelas jalan, kapasitas daya dukung konstruksi, kondisi jembatan, serta kesesuaian kendaraan proyek yang menggunakan jalur tersebut.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah infrastruktur publik di jalur menuju lokasi proyek memiliki kapasitas untuk dilalui kendaraan bertonase besar.
Jika pemeriksaan teknis nantinya menemukan adanya keterkaitan antara aktivitas kendaraan proyek dengan kerusakan infrastruktur, perlu ada kejelasan mengenai mekanisme penanganan dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemulihan.
Termasuk pemulihan parapet jembatan yang merupakan bagian dari fasilitas keselamatan pengguna jalan.
Nawasnews.com telah berupaya meminta tanggapan kepada Dinas PUPR Kabupaten Tuban mengenai kondisi jalan, status kelas jalan, serta daya dukungnya terhadap kendaraan tronton pengangkut alat berat.
Konfirmasi juga masih dilakukan kepada manajemen PT Tawun Gegunung Energi (PT TGE) terkait aktivitas kendaraan tronton, penggunaan ruas jalan sebagai akses menuju lokasi proyek, serta kondisi parapet jembatan yang disebut dibuka atau mengalami kerusakan saat kendaraan melintas.
Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait masih ditunggu.
Bukan Persoalan Pertama
Aktivitas PT TGE sebelumnya juga telah menjadi perhatian masyarakat terkait sejumlah persoalan, mulai dari pengelolaan limbah pengeboran, rencana pengerukan untuk jalur pipa yang disebut akan melintasi kawasan hutan, hingga laporan mengenai kondisi jalan yang diduga berkaitan dengan mobilitas kendaraan proyek.
Kini, persoalan kembali mencuat setelah kendaraan pengangkut alat berat melintas di jalur tersebut dan bagian parapet jembatan dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemeriksaan dari instansi teknis diperlukan agar kondisi tersebut tidak berhenti pada dugaan, tetapi dapat diketahui berdasarkan fakta lapangan dan kajian konstruksi.
(Redaksi)





