Sesi VII: Dinsos dan Sekolah Bergerak, Kondisi Psikis Siswa MTsN 2 Rengel Jadi Perhatian, Pendampingan Anak di Pekuwon Berlanjut

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TUBAN, Nawasnews.com — Perhatian terhadap kondisi seorang siswa MTsN 2 Rengel yang diduga terdampak secara psikologis akibat peristiwa penagihan di Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, terus berkembang.

Tidak hanya pemerintah daerah melalui Dinsos P3AKB, pihak sekolah juga mengambil langkah untuk memastikan kondisi siswa tetap terpantau. Pendampingan dilakukan dengan mendatangi kediaman siswa secara langsung.

Kepala MTsN 2 Rengel, H. Ali Maghfur, S.Ag., M.Pd.I., membenarkan adanya langkah tersebut. Menurutnya, unsur kesiswaan dan guru bimbingan konseling telah melakukan kunjungan ke rumah siswa.

“Sekarang ini Bu Zaidiyah, kesiswaan, dan guru BP home visit dan pendampingan pada ananda Kelvin,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).

Sekolah tidak berhenti pada kunjungan tersebut. Evaluasi terhadap kondisi siswa juga akan dilakukan dengan melibatkan fasilitator nasional sebagai bagian dari upaya menentukan bentuk pendampingan yang tepat.

“Dan kita konsultasikan Fasilitator Nasional, Bu Bekti,” tambahnya.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap kondisi siswa sekaligus untuk menjaga agar persoalan yang terjadi di luar lingkungan sekolah tidak berlarut-larut memengaruhi kegiatan belajar dan perkembangan anak.

Pemerintah Daerah Ikut Memantau

Sebelumnya, Dinsos P3AKB Kabupaten Tuban juga telah melakukan kunjungan ke rumah keluarga siswa. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari proses awal untuk melihat kondisi anak sekaligus menentukan kebutuhan pendampingan.

Kepala Dinsos P3AKB Tuban, Sugeng Purnomo, S.IP., MM., menyebut pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap kondisi yang dialami anak.

“Masih tahap klarifikasi, bahwa yang bersangkutan butuh konseling,” katanya.

Dinsos P3AKB juga membuka kemungkinan adanya rujukan kepada tenaga profesional apabila dari proses konseling ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kalau kita arahnya kita rujuk ke psikiater untuk mengetahui dampak dan pemulihan atau pengembalian dampak psikologis,” jelas Sugeng.

Pemdes Pekuwon Minta Semua Pihak Menahan Diri

Di tengah proses pendampingan tersebut, Pemerintah Desa Pekuwon berharap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan tidak melebar menjadi persoalan sosial baru.

Kepala Desa Pekuwon, Aksin, mengapresiasi perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap keluarga siswa.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga. Mudah-mudahan persoalan ini bisa segera menemukan titik temu dan diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Aksin, kondisi anak harus menjadi salah satu perhatian utama dalam proses penyelesaian persoalan.

“Yang paling penting sekarang bagaimana kondisi keluarga, terutama anak, bisa kembali tenang. Jangan sampai persoalan ini justru menimbulkan masalah baru,” katanya.

Ia menambahkan, penyelesaian tetap perlu memperhatikan hak dan kewajiban seluruh pihak.

“Kami berharap ada komunikasi yang baik antara semua pihak. Hak dan kewajiban tetap harus dihormati, tetapi kondisi keluarga dan anak juga perlu menjadi perhatian,” imbuhnya.

Pemerintah desa, lanjut Aksin, siap membantu apabila dibutuhkan untuk mempertemukan atau memfasilitasi komunikasi antarpihak agar situasi tetap kondusif.

Sementara itu, Nawasnews.com masih menunggu tanggapan dari Bupati Tuban dan Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban terkait persoalan tersebut. Konfirmasi tetap dibuka sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemberitaan yang berimbang.

Dengan adanya pendampingan dari sekolah, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta rencana keterlibatan tenaga profesional, perhatian terhadap kondisi anak kini menjadi salah satu fokus dalam perkembangan persoalan di Desa Pekuwon.

(M. Mursyid/TIM)

Berita Terkait

Ketika Jalan Desa Menjadi Panggung, Karnaval Jegulo Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Mediasi Jadi Jalan Penyelesaian Persoalan di SDN Simo, Kepentingan Anak Jadi Prioritas
Songkok Tertinggal, Puluhan Tangan dan Sebuah Tanya di SDN Simo
Parapet Jembatan Rusak Dilintasi Tronton, Apakah Dinas PUPR Sudah Mengetahui dan Mengeluarkan Rekomendasi?
Akses Menuju Dua Desa Satu Dusun Di Jatirogo Dipasangi Portal, Warga Soroti Permintaan Uang “Seikhlasnya”
Tronton Pengangkut Alat Berat Melintas, Parapet Jembatan di Jalur Proyek PT TGE Rusak
Rencana Parapatan Luhur PSHT September 2026 di Padepokan Agung SH Terate Pusat Madiun Menuai Penolakan, Legitimasi Kepemimpinan hingga Hak atas Nama dan Logo Dipertanyakan
Penagihan Mekaar di Pekuwon Berujung Saling Lapor, Anak 14 Tahun Jadi Sorotan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Ketika Jalan Desa Menjadi Panggung, Karnaval Jegulo Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Mediasi Jadi Jalan Penyelesaian Persoalan di SDN Simo, Kepentingan Anak Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Songkok Tertinggal, Puluhan Tangan dan Sebuah Tanya di SDN Simo

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Parapet Jembatan Rusak Dilintasi Tronton, Apakah Dinas PUPR Sudah Mengetahui dan Mengeluarkan Rekomendasi?

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Akses Menuju Dua Desa Satu Dusun Di Jatirogo Dipasangi Portal, Warga Soroti Permintaan Uang “Seikhlasnya”

Berita Terbaru